AHY Tekankan Integrasi Energi dan Infrastruktur Nasional
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa pembangunan energi, infrastruktur, dan wilayah harus dirancang secara terintegrasi dan saling mendukung. Menurutnya, pendekatan terpadu menjadi kunci agar Indonesia mampu mengurangi ketergantungan impor energi, memperkuat industri dalam negeri, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks.
Penegasan tersebut disampaikan AHY saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Balikpapan, Kalimantan Timur. Agenda utama kunjungan itu adalah peresmian infrastruktur energi nasional melalui Proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan (RDMP Balikpapan), salah satu proyek strategis nasional di sektor energi.
Infrastruktur sebagai Pengungkit Transformasi Ekonomi
AHY menekankan bahwa pembangunan infrastruktur energi tidak boleh berdiri sendiri sebagai proyek fisik semata. Menurutnya, setiap proyek harus ditempatkan dalam kerangka besar transformasi ekonomi nasional, termasuk keterkaitannya dengan industri, logistik, dan pengembangan wilayah.
“Kunjungan kerja ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur energi terintegrasi dengan perencanaan wilayah, konektivitas logistik, dan kebutuhan industri nasional. Infrastruktur harus menjadi pengungkit transformasi ekonomi, bukan sekadar proyek fisik,” ujar AHY dalam keterangan tertulis.
Ia menilai, tanpa integrasi yang matang, proyek infrastruktur berisiko tidak memberikan dampak ekonomi maksimal. Sebaliknya, jika dirancang terhubung dengan pelabuhan, kawasan industri, jaringan transportasi, serta tata ruang wilayah, infrastruktur energi dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah maupun nasional.
Posisi Strategis Balikpapan di Kawasan Timur
Balikpapan disebut AHY memiliki posisi strategis sebagai simpul penting energi dan industri di kawasan timur Indonesia. Keberadaan kilang minyak RDMP Balikpapan dipandang sebagai fondasi kuat untuk mendorong penguatan industri hilir, sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.
Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, kapasitas pengolahan minyak nasional meningkat, kualitas produk BBM membaik, serta ketahanan energi nasional menjadi lebih kuat. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengurangi impor bahan bakar dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
“RDMP Balikpapan membuka peluang besar bagi pengembangan ekosistem industri hilir, penciptaan lapangan kerja, serta pemerataan pembangunan antarwilayah,” ujar AHY.
Peran Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan
Sebagai Menko yang membidangi infrastruktur dan pembangunan kewilayahan, AHY menjelaskan bahwa peran kementeriannya adalah memastikan keterpaduan antar sektor berjalan efektif. Kemenko bertugas mengoordinasikan agar kilang energi, pelabuhan, jaringan jalan, kawasan industri, serta sistem logistik terhubung dalam satu perencanaan yang konsisten.
Selain mendampingi Presiden dalam peresmian proyek, AHY juga melakukan koordinasi intensif dengan berbagai kementerian dan lembaga. Koordinasi tersebut mencakup kesiapan infrastruktur pendukung, mulai dari akses jalan, pelabuhan, pasokan air bersih, ketersediaan listrik, hingga pengaturan tata ruang kawasan sekitar proyek energi.
Menurut AHY, keberhasilan proyek strategis nasional sangat ditentukan oleh koordinasi lintas sektor dan kepastian perencanaan jangka panjang. Tanpa sinergi yang kuat, potensi manfaat proyek dapat tereduksi oleh hambatan teknis maupun administratif.
Sinkronisasi Energi Fosil dan Energi Terbarukan
AHY juga menegaskan dukungannya terhadap arah kebijakan Presiden Prabowo yang tidak hanya berfokus pada penguatan energi fosil, tetapi juga percepatan pengembangan energi terbarukan. Ia menilai transisi energi harus dilakukan secara realistis, bertahap, dan tetap menjaga ketahanan energi nasional.
Dalam konteks ini, modernisasi kilang energi fosil seperti RDMP Balikpapan dipandang sebagai bagian dari strategi jangka menengah, sembari menyiapkan fondasi kuat bagi pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, air, dan bioenergi.
AHY menekankan bahwa pengembangan energi terbarukan membutuhkan dukungan infrastruktur yang tidak kalah kompleks, termasuk jaringan transmisi listrik, konektivitas wilayah terpencil, serta perencanaan tata ruang yang matang agar proyek-proyek energi hijau dapat beroperasi optimal dan berkelanjutan.
“Kita ingin memastikan bahwa arah kebijakan energi nasional, baik energi fosil yang dimodernisasi maupun energi terbarukan, didukung oleh infrastruktur yang kuat dan terintegrasi,” tegasnya.
Menuju Indonesia Mandiri dan Berdaya Saing
Lebih jauh, AHY menilai integrasi kebijakan energi, infrastruktur, dan pembangunan wilayah merupakan fondasi menuju Indonesia yang lebih mandiri dan berdaya saing. Dengan sistem energi yang kuat, infrastruktur yang terkoneksi, serta pembangunan wilayah yang merata, Indonesia diyakini mampu menghadapi tantangan global, termasuk fluktuasi harga energi, konflik geopolitik, dan tekanan ekonomi internasional.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal sinkronisasi kebijakan lintas sektor agar setiap proyek strategis nasional benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat, bukan hanya di pusat, tetapi juga di daerah.
“Inilah fondasi menuju Indonesia yang lebih mandiri, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global,” tutup AHY.
Dengan pendekatan terintegrasi yang terus diperkuat, pemerintah berharap pembangunan infrastruktur energi seperti RDMP Balikpapan tidak hanya menjadi simbol kemajuan fisik, tetapi juga motor penggerak transformasi ekonomi dan pembangunan wilayah Indonesia secara berkelanjutan.
Baca Juga : Wapres Gibran Tinjau Sekolah Rakyat di Biak Numfor
Cek Juga Artikel Dari Platform : olahraga

