Gade Nolumako Jadi Strategi Palu Kendalikan Inflasi Nataru
Pemerintah Kota Palu terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya pengendalian inflasi menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan program Gade Nolumako, sebuah konsep pasar bergerak yang dihadirkan langsung di tengah masyarakat.
Program ini ditinjau langsung oleh Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin di Taman Lasoso, Kota Palu, pada Senin (29/12/2025). Kehadiran orang nomor dua di Kota Palu tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Gade Nolumako: Pasar Bergerak untuk Rakyat
Gade Nolumako merupakan inisiatif Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu yang bekerja sama dengan berbagai pihak strategis. Program ini melibatkan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah serta jaringan ritel modern Indomaret.
Konsep pasar bergerak ini dirancang agar masyarakat dapat membeli bahan kebutuhan pokok langsung di lokasi-lokasi strategis tanpa harus pergi jauh ke pasar tradisional. Selain memudahkan akses, harga yang ditawarkan pun lebih stabil karena telah melalui pengawasan dan kerja sama lintas sektor.
Menjaga Daya Beli Masyarakat
Dalam keterangannya, Imelda Liliana Muhidin menegaskan bahwa program Gade Nolumako bukan sekadar kegiatan seremonial akhir tahun. Menurutnya, program ini menjadi bagian penting dari strategi jangka pendek pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga.
“Momentum Nataru biasanya diikuti peningkatan permintaan bahan pokok. Jika tidak diantisipasi, harga bisa melonjak dan memberatkan masyarakat. Gade Nolumako hadir sebagai solusi agar harga tetap terkendali,” ujarnya.
Dengan adanya pasar bergerak, masyarakat dapat membeli beras, gula, minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar yang berpotensi naik menjelang akhir tahun.
Peran Disperindag dalam Pengendalian Inflasi
Disperindag Kota Palu berperan sebagai koordinator utama dalam pelaksanaan program ini. Mulai dari pengadaan barang, penentuan harga, hingga pemilihan lokasi pasar bergerak dilakukan secara terencana dan terukur.
Kepala Disperindag Kota Palu menjelaskan bahwa Gade Nolumako dijadwalkan berlangsung hingga akhir Desember 2025 dan menyasar beberapa titik keramaian di Kota Palu. Hal ini dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat dari berbagai lapisan.
“Tujuan utama kami adalah memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga. Inflasi harus dikendalikan, terutama untuk komoditas yang berpengaruh besar terhadap kebutuhan rumah tangga,” jelasnya.
Sinergi dengan Bank Indonesia
Keterlibatan Bank Indonesia dalam program ini menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga. BI tidak hanya berperan sebagai mitra pendukung, tetapi juga memberikan pendampingan dari sisi kebijakan pengendalian inflasi daerah.
Bank Indonesia secara konsisten mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat upaya stabilisasi harga melalui berbagai program inovatif. Gade Nolumako dinilai sejalan dengan upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu dalam menekan laju inflasi, khususnya pada kelompok bahan makanan.
Indomaret dan Rantai Distribusi
Kolaborasi dengan Indomaret turut memperkuat rantai distribusi bahan pokok dalam program ini. Sebagai jaringan ritel modern dengan sistem logistik yang mapan, Indomaret mampu memastikan pasokan barang tetap tersedia dan harga dapat ditekan.
Kerja sama ini juga menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menghadapi tantangan ekonomi, terutama di momen-momen krusial seperti Nataru.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Bagi masyarakat Kota Palu, kehadiran Gade Nolumako disambut dengan antusias. Banyak warga mengaku terbantu karena dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ramah di kantong.
“Biasanya menjelang Tahun Baru harga naik. Tapi di sini harganya lebih stabil, jadi sangat membantu,” ujar salah seorang warga yang berbelanja di Taman Lasoso.
Manfaat lain yang dirasakan adalah kemudahan akses. Lokasi pasar bergerak yang berada di ruang publik membuat masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi.
Upaya Jangka Panjang Pengendalian Inflasi
Meski bersifat temporer, Gade Nolumako menjadi bagian dari strategi jangka panjang pengendalian inflasi di Kota Palu. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menghadirkan program serupa, tidak hanya menjelang hari besar keagamaan, tetapi juga pada momen-momen strategis lainnya.
Imelda Liliana Muhidin berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengendalikan inflasi secara inovatif dan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Inflasi bukan hanya soal angka, tapi soal kesejahteraan rakyat. Selama masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya dengan harga terjangkau, maka tujuan pembangunan ekonomi daerah bisa tercapai,” tegasnya.
Penutup
Program Gade Nolumako membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan sektor swasta mampu menghadirkan solusi nyata dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi. Di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika kebutuhan masyarakat, langkah-langkah konkret seperti ini menjadi kunci menjaga kesejahteraan warga Kota Palu.
Dengan berakhirnya program pada akhir Desember 2025, harapannya dampak positif Gade Nolumako dapat terus dirasakan dan menjadi fondasi kuat bagi kebijakan pengendalian inflasi di tahun-tahun mendatang.
Baca Juga : Kolaborasi Nasional Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatra
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : revisednews

