Meta Umumkan Instagram Akan Batasi Konten Pengguna Remaja

beritagram – Perusahaan induk media sosial Instagram, Meta, secara resmi mengumumkan kebijakan baru yang lebih ketat terkait perlindungan bagi pengguna usia remaja. Kebijakan ini mencakup pembatasan otomatis terhadap konten-konten yang dianggap bersifat sensitif atau berisiko mengganggu kesehatan mental anak di bawah umur. Langkah ini diambil setelah adanya tekanan dari berbagai organisasi perlindungan anak dan pemerintah di sejumlah negara yang menuntut tanggung jawab lebih besar dari platform media sosial dalam menjaga kesejahteraan psikologis generasi muda di ruang siber.
Implementasi kebijakan baru ini mencakup beberapa mekanisme teknis yang akan langsung diterapkan secara global pada akun-akun milik remaja:
- Penyaringan Konten Sensitif Secara Otomatis: Instagram akan membatasi munculnya konten bertema kekerasan, gangguan makan, serta konten dewasa lainnya dari tab Explore dan Reels bagi pengguna di bawah usia 18 tahun.
- Pengaturan Akun Privat Sebagai Standar: Pengguna baru yang berusia remaja akan secara otomatis mendapatkan pengaturan akun privat, di mana unggahan mereka hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang mereka setujui untuk menjadi pengikut.
- Fitur Pengingat Batas Waktu: Meta memperbarui sistem pengingat durasi penggunaan aplikasi yang lebih tegas, mendorong remaja untuk segera beristirahat setelah menggunakan aplikasi dalam jangka waktu tertentu secara terus-menerus.
- Pengawasan Orang Tua yang Lebih Luas: Orang tua kini diberikan akses lebih besar untuk memantau dengan siapa anak mereka berinteraksi dan melihat jenis konten apa saja yang sering dikonsumsi oleh anak mereka melalui fitur supervisi.
Meta menjelaskan bahwa tujuan utama dari pembaruan ini adalah untuk memberikan pengalaman bersosialisasi yang lebih aman dan positif bagi remaja tanpa harus menghilangkan fungsi utama media sosial sebagai sarana ekspresi. Meskipun kebijakan ini sempat menuai perdebatan terkait kebebasan berekspresi, sebagian besar pakar psikologi anak menyambut baik langkah ini sebagai upaya pencegahan dini terhadap risiko kecanduan gadget dan dampak negatif media sosial pada citra diri remaja.
Dengan adanya pembatasan ini, Instagram berharap dapat membangun kepercayaan kembali dari para orang tua dan pendidik. Perubahan algoritma ini juga menuntut para kreator konten untuk lebih berhati-hati dalam mengunggah materi yang sekiranya dapat dikonsumsi oleh audiens muda. Meta berkomitmen untuk terus mengevaluasi kebijakan ini secara berkala guna menyesuaikan dengan dinamika penggunaan media sosial di kalangan remaja yang sangat cepat berubah. Langkah ini diharapkan menjadi standar baru bagi perusahaan teknologi lainnya dalam memprioritaskan keamanan pengguna di atas segala-galanya.
