Wabup Aceh Jaya Sosialisasikan Seruan Ramadan di Krueng Sabee
beritagram.web.id Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan menjaga suasana ibadah tetap khusyuk dan tertib. Pemerintah ingin Ramadan berjalan dengan penuh keberkahan.
Sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Aceh Jaya, Muslem D. Ia juga menjabat sebagai Ketua Tim Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Krueng Sabee. Peserta yang hadir terdiri dari pemilik warung dan tokoh masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang kondusif selama bulan puasa. Masyarakat diharapkan bisa menjalankan ibadah dengan nyaman.
Ajakan Menjaga Kesucian Bulan Puasa
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati menekankan pentingnya menjaga kesucian Ramadan. Ia mengajak warga menjadikan bulan puasa sebagai waktu memperbaiki diri. Ramadan juga menjadi momen meningkatkan amal kebaikan.
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus. Puasa juga melatih kesabaran dan menjaga perilaku. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam aktivitas sehari-hari.
Wakil Bupati juga mengingatkan pentingnya salat lima waktu. Ia mendorong warga untuk melaksanakannya secara berjamaah. Ibadah bersama dapat memperkuat kebersamaan umat.
Masjid Diharapkan Lebih Ramai dengan Ibadah
Salah satu pesan utama adalah menghidupkan masjid selama Ramadan. Warga diajak memperbanyak tadarus Al-Qur’an. Salat tarawih dan witir juga diharapkan semakin ramai.
Masjid bukan hanya tempat ibadah. Masjid juga menjadi pusat kegiatan masyarakat. Ramadan adalah kesempatan mempererat hubungan sosial dan spiritual.
Dengan masjid yang hidup, suasana Ramadan akan terasa lebih kuat. Hal ini juga membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Imbauan Berpakaian Sesuai Syariat
Wakil Bupati turut mengingatkan soal pakaian di ruang publik. Masyarakat diminta berpakaian sesuai anjuran Syariat Islam. Hal ini terutama berlaku saat beraktivitas di luar rumah.
Kegiatan seperti olahraga atau jogging tetap diperbolehkan. Namun, etika berpakaian harus tetap dijaga. Ramadan adalah bulan yang mulia dan perlu dihormati.
Imbauan ini bertujuan menjaga suasana religius di Aceh Jaya. Pemerintah ingin ketertiban sosial tetap terjaga.
Aturan bagi Pemilik Warung dan Pedagang
Sosialisasi juga menyasar pemilik warung dan pedagang makanan. Aktivitas ekonomi selama Ramadan perlu menyesuaikan aturan. Tujuannya agar tidak mengganggu masyarakat yang berpuasa.
Wakil Bupati mengimbau agar penjual makanan berbuka mulai beroperasi pada sore hari. Hal ini dianggap lebih menghormati suasana puasa.
Pemilik warung yang menyediakan buka puasa bersama juga diminta menyiapkan tempat salat. Dengan begitu, pelanggan tetap bisa menjalankan ibadah tepat waktu.
Warung Diminta Tutup Saat Tarawih dan Witir
Imbauan lain adalah tidak membuka warung saat tarawih dan witir berlangsung. Pemerintah ingin waktu ibadah malam tetap terjaga. Masyarakat diharapkan fokus beribadah.
Aturan ini juga membantu menciptakan suasana Ramadan yang lebih khusyuk. Pedagang diminta memahami bahwa kebijakan ini demi kebaikan bersama.
Dengan kerja sama semua pihak, ketertiban dapat terjaga dengan baik.
Kolaborasi Forkopimda dan Tokoh Agama
Dalam kegiatan ini, Wakil Bupati didampingi berbagai unsur pemerintah. Hadir pula Satpol PP dan Wilayatul Hisbah. Perwakilan Dinas Syariat Islam juga ikut serta. Anggota MPU turut mendukung kegiatan tersebut.
Kehadiran banyak pihak menunjukkan seruan Ramadan adalah komitmen bersama. Pemerintah dan tokoh agama ingin masyarakat menjalankan ibadah dengan tertib.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat pemahaman warga. Aturan Ramadan juga diharapkan dipatuhi dengan kesadaran, bukan paksaan.
Kesimpulan: Ramadan Dijaga Bersama
Sosialisasi seruan Ramadan di Krueng Sabee menjadi langkah penting bagi Aceh Jaya. Pemerintah ingin masyarakat menjalankan ibadah dengan khusyuk. Pedagang juga diminta menyesuaikan aktivitas selama bulan puasa.
Dengan dukungan pemerintah, tokoh agama, dan warga, Ramadan dapat berjalan lebih tertib. Suasana damai dan religius diharapkan semakin kuat. Semua pihak memiliki peran menjaga keberkahan bulan suci ini. diharapkan semakin damai, religius, dan membawa keberkahan bagi semua.

Cek Juga Artikel Dari Platform ngobrol.online
