Wagub Gorontalo Buka PSR Wahdah, Maknai Ramadan
beritagram.web.id Wakil Gubernur Gorontalo membuka kegiatan Penataran Seputar Ramadan (PSR) yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Wahdah Islamiyah wilayah Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin tahunan yang bertujuan membekali umat Islam dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang fikih ibadah Ramadan.
PSR hadir sebagai ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami amalan-amalan utama di bulan suci, mulai dari puasa, salat tarawih, hingga berbagai ibadah sunnah yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kegiatan seperti ini dinilai penting karena Ramadan bukan hanya bulan ritual, tetapi juga bulan pendidikan spiritual dan pembentukan karakter umat.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menekankan bahwa Ramadan harus disambut dengan rasa gembira dan penuh kebahagiaan. Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum besar untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.
“Ramadan harus kita sambut dengan rasa gembira dan bahagia. Bukan hanya sebagai rutinitas tahunan, tetapi sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan,” ujar Wagub.
PSR sebagai Bekal Ilmu Ibadah Ramadan
Penataran Seputar Ramadan merupakan kegiatan edukasi keagamaan yang memiliki nilai strategis bagi umat. Dalam bulan Ramadan, banyak ibadah yang memiliki aturan fikih khusus. Karena itu, pemahaman yang benar menjadi penting agar ibadah dilakukan sesuai tuntunan.
PSR membahas berbagai aspek ibadah, seperti:
- Tata cara puasa yang benar
- Hal-hal yang membatalkan puasa
- Keutamaan salat tarawih
- Amalan sunnah yang dianjurkan
- Pentingnya sedekah dan kepedulian sosial
- Spirit Al-Qur’an dalam kehidupan Ramadan
Dengan adanya penataran ini, masyarakat diharapkan lebih siap menjalani Ramadan dengan ilmu, bukan sekadar kebiasaan.
Permohonan Maaf dan Sikap Rendah Hati Pemerintah
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menyampaikan permohonan maaf secara pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo atas segala kekhilafan yang mungkin dirasakan masyarakat.
Ia menuturkan bahwa sebagai pemimpin daerah, pemerintah tidak luput dari kekurangan, baik dalam pelayanan, kebijakan, maupun komunikasi dengan masyarakat.
Permohonan maaf ini menjadi bagian dari nilai luhur menjelang Ramadan, di mana umat Islam diajak membersihkan hati, memperbaiki hubungan sosial, dan membuka lembaran baru dengan penuh keikhlasan.
Wagub juga menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur Gorontalo yang belum dapat hadir dalam kegiatan tersebut.
Ramadan sebagai Titik Balik Kehidupan
Lebih lanjut, Wakil Gubernur mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai titik balik kehidupan. Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan transformasi diri.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai kebaikan yang tumbuh selama Ramadan harus terus dijaga setelah bulan suci berakhir. Ramadan seharusnya melahirkan perubahan sikap, perilaku, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan ini sangat relevan karena sering kali semangat ibadah meningkat di bulan Ramadan, tetapi menurun setelahnya. Wagub mengingatkan bahwa tujuan Ramadan adalah membentuk pribadi yang lebih bertakwa secara berkelanjutan.
Pembangunan Daerah Tidak Hanya Fisik dan Ekonomi
Dalam sambutannya, Wagub juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi. Menurutnya, kekuatan iman, akhlak, dan kehidupan keagamaan masyarakat juga menjadi indikator penting dalam kemajuan daerah.
Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk mendorong program-program keagamaan yang berdampak langsung bagi umat. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan yang tidak hanya material, tetapi juga spiritual dan sosial.
Dengan masyarakat yang beriman kuat dan berakhlak baik, stabilitas sosial akan lebih terjaga, dan pembangunan dapat berjalan lebih harmonis.
Dukungan Program Keagamaan di Gorontalo
Wakil Gubernur menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong hadirnya program-program keagamaan, salah satunya pembangunan Masjid Raya Gorontalo Islamic Center yang berlokasi di kawasan strategis.
Masjid raya ini diharapkan menjadi pusat kegiatan keislaman, pendidikan, serta simbol penguatan identitas religius masyarakat Gorontalo.
Pembangunan rumah ibadah bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal memperkuat ruang spiritual dan sosial bagi umat.
Pengukuhan Tim Penyelenggaraan Jenazah Wahdah Islamiyah
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wagub juga turut melakukan pengukuhan Tim Penyelenggaraan Jenazah Wahdah Islamiyah Provinsi Gorontalo.
Pengukuhan ini menunjukkan bahwa Wahdah Islamiyah tidak hanya fokus pada pendidikan Ramadan, tetapi juga pelayanan umat dalam aspek sosial dan kemanusiaan.
Tim penyelenggaraan jenazah memiliki peran penting dalam membantu masyarakat menjalankan kewajiban fardu kifayah dengan baik dan sesuai syariat.
Kehadiran tim ini juga memperkuat solidaritas umat dan kesiapan organisasi dalam melayani kebutuhan masyarakat.
Kesimpulan
Kegiatan Penataran Seputar Ramadan (PSR) yang dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo menjadi momentum penting dalam menyambut bulan suci. PSR memberikan bekal ilmu fikih ibadah agar umat dapat menjalani Ramadan dengan pemahaman yang benar.
Wagub mengajak masyarakat menyambut Ramadan dengan bahagia, menjadikannya titik balik kehidupan, serta menjaga nilai-nilai kebaikan setelah bulan suci berakhir.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal fisik dan ekonomi, tetapi juga soal iman, akhlak, dan kehidupan keagamaan masyarakat. Dukungan terhadap program keagamaan dan pengukuhan tim pelayanan umat menjadi bukti komitmen bersama dalam membangun Gorontalo yang maju dan religius.

Cek Juga Artikel Dari Platform updatecepat.web.id
