Wagub Gorontalo Tekankan Pameran UMKM Harus Berdampak Nyata
beritagram.web.id Wakil Gubernur Gorontalo menegaskan pentingnya pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta petani dalam setiap kegiatan pameran. Menurutnya, kehadiran UMKM tidak boleh hanya menjadi formalitas atau sekadar pemanis acara.
Dalam peninjauannya pada sebuah pameran UMKM yang digelar bersamaan dengan kegiatan koordinasi wilayah terkait program swasembada pangan, Wagub menyampaikan pesan tegas kepada panitia penyelenggara.
Ia mengingatkan bahwa setiap pameran harus memberikan manfaat nyata bagi para pelaku usaha yang ikut terlibat. UMKM perlu merasakan dampak langsung, terutama dalam bentuk peningkatan penjualan dan semangat usaha.
Pameran, menurut Wagub, seharusnya menjadi ruang promosi sekaligus ruang transaksi yang nyata.
UMKM Jangan Hanya Jadi Pelengkap Acara
Wagub menilai masih ada pola lama dalam pelaksanaan pameran, di mana UMKM hanya dihadirkan sebagai dekorasi kegiatan. Produk dipajang, stand dibuka, tetapi tidak ada dorongan kuat agar pengunjung benar-benar membeli.
Padahal, pelaku UMKM datang dengan harapan besar. Mereka membawa produk terbaik, mengeluarkan biaya produksi, dan meluangkan waktu untuk mengikuti acara.
Karena itu, Wagub menegaskan bahwa panitia harus memastikan ada hasil yang dirasakan oleh UMKM.
Ia berharap peserta rapat, tamu undangan, dan pengunjung yang hadir tidak hanya melihat-lihat, tetapi juga mendukung dengan membeli produk lokal.
Dengan begitu, pelaku usaha akan merasa dihargai dan semakin termotivasi untuk berkembang.
Dorongan kepada Panitia dan Tamu Undangan
Dalam wawancaranya, Wagub menyampaikan harapannya agar panitia lebih aktif mengajak peserta kegiatan untuk berbelanja produk UMKM.
Menurutnya, langkah sederhana seperti mengarahkan tamu undangan untuk mampir ke stand dan membeli produk bisa memberi dampak besar.
“Hari ini ada UMKM. Saya harap ketika mereka diundang, harus ada hasil nyata. Ajak para peserta dan tamu undangan untuk membeli produk mereka,” ujarnya.
Wagub menilai, jika pelaku UMKM pulang dengan penjualan yang baik, maka mereka akan merasa senang dan semakin semangat untuk ikut kegiatan serupa di masa depan.
Pameran UMKM Harus Jadi Ruang Ekonomi Nyata
Pameran bukan hanya soal seremoni. Wagub menekankan bahwa pameran UMKM seharusnya menjadi ruang ekonomi nyata yang mempertemukan produsen lokal dengan pasar.
UMKM sering menghadapi tantangan besar seperti:
- Akses pasar yang terbatas
- Modal usaha yang kecil
- Persaingan dengan produk luar
- Kurangnya promosi
- Distribusi yang belum luas
Melalui pameran, UMKM bisa mendapatkan peluang baru untuk dikenal lebih luas. Namun peluang itu akan sia-sia jika tidak ada transaksi nyata.
Karena itu, pemerintah daerah dan penyelenggara acara perlu memastikan pameran menjadi ruang pemberdayaan, bukan hanya pajangan.
Komitmen Mengembangkan Pangan Organik di Gorontalo
Selain membahas UMKM, Wagub juga menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan pangan organik di Gorontalo.
Ia menyadari bahwa produk organik masih belum sepenuhnya familiar di tengah masyarakat. Banyak orang masih menganggap pangan organik mahal atau sulit didapat.
Padahal, dalam pameran seperti ini, harga produk organik relatif terjangkau. Meski produksinya masih terbatas, kualitasnya dinilai lebih sehat dan ramah lingkungan.
Wagub berharap masyarakat mulai mengenal dan mendukung pangan organik sebagai bagian dari ketahanan pangan jangka panjang.
Peluang Besar bagi Petani dan UMKM Lokal
Pengembangan pangan organik tidak hanya soal tren gaya hidup sehat. Ini juga membuka peluang ekonomi bagi petani dan UMKM lokal.
Jika permintaan produk organik meningkat, maka petani akan terdorong untuk memperluas produksi. UMKM juga bisa mengolah produk organik menjadi makanan atau olahan bernilai tambah.
Hal ini dapat menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang lebih kuat.
Wagub menilai bahwa sektor pertanian dan UMKM adalah dua pilar penting dalam pembangunan daerah. Keduanya harus berjalan beriringan.
Pameran sebagai Strategi Swasembada Pangan
Kegiatan pameran UMKM yang digelar dalam forum swasembada pangan juga menunjukkan bahwa ekonomi lokal tidak bisa dipisahkan dari agenda ketahanan pangan.
Swasembada pangan bukan hanya soal produksi beras atau hasil pertanian, tetapi juga soal bagaimana produk lokal dipasarkan, dikonsumsi, dan memberi kesejahteraan bagi petani.
Pameran menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan produk pangan lokal, termasuk produk organik, kepada masyarakat luas.
Dengan dukungan lembaga seperti Bank Indonesia dan pemerintah daerah, pameran dapat menjadi bagian dari gerakan ekonomi rakyat.
Harapan untuk Pameran UMKM yang Lebih Berkualitas
Wagub berharap ke depan setiap pameran UMKM di Gorontalo bisa lebih terarah dan berkualitas. Tidak hanya ramai secara acara, tetapi juga berdampak secara ekonomi.
Beberapa hal yang perlu diperkuat antara lain:
- Promosi produk sebelum acara
- Sistem transaksi yang mudah
- Dukungan pembelian dari tamu undangan
- Pendampingan UMKM setelah pameran
- Akses pasar lanjutan melalui digitalisasi
Dengan langkah-langkah tersebut, UMKM tidak hanya hadir sesaat, tetapi benar-benar naik kelas.
Penutup: UMKM Harus Pulang dengan Manfaat Nyata
Wakil Gubernur Gorontalo menegaskan bahwa pelibatan UMKM dalam pameran harus memberikan hasil nyata, bukan sekadar formalitas.
Panitia diminta aktif mendorong peserta dan tamu undangan untuk membeli produk UMKM agar pelaku usaha merasa dihargai dan semakin semangat.
Selain itu, Wagub juga menekankan pentingnya pengembangan pangan organik sebagai peluang ekonomi baru bagi petani dan UMKM lokal.
Pameran yang baik bukan hanya soal tampilan, tetapi soal dampak langsung bagi ekonomi rakyat dan kesejahteraan daerah.

Cek Juga Artikel Dari Platform radarbandung.web.id
