Prabowo Kunjungi Inggris, Perkuat Kerja Sama Strategis
Prabowo Kunjungi Inggris, Perkuat Kerja Sama Strategis
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memulai rangkaian kunjungan kerja ke Inggris sebagai bagian dari agenda diplomasi luar negeri Indonesia di kawasan Eropa. Kunjungan ini dijadwalkan berlangsung selama satu pekan dan menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Inggris yang telah terjalin sejak tahun 1949.
Setibanya di London, Presiden Prabowo disambut hangat oleh sejumlah pejabat pemerintah Inggris dan Indonesia. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris Desra Percaya, perwakilan Kementerian Luar Negeri Inggris, serta komunitas diaspora dan mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di negeri tersebut.
Suasana penyambutan berlangsung penuh keakraban. Presiden Prabowo menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pelajar Indonesia, mendengarkan cerita mereka terkait kehidupan akademik, tantangan studi, hingga harapan terhadap peran generasi muda dalam pembangunan bangsa.
Memperkuat Hubungan Bilateral yang Telah Terjalin Lama
Kunjungan kerja ini menandai babak baru hubungan Indonesia dan Inggris yang telah berlangsung lebih dari tujuh dekade. Selama ini, kedua negara menjalin kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, hingga pertahanan.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Inggris merupakan mitra strategis penting bagi Indonesia, khususnya dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Melalui kunjungan ini, pemerintah Indonesia berharap hubungan bilateral tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara, terutama dalam bidang ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris
Agenda utama Presiden Prabowo di Inggris adalah pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Kantor Perdana Menteri. Pertemuan tersebut dijadwalkan membahas penguatan kemitraan strategis baru atau new strategic partnership antara kedua negara.
Pembahasan akan difokuskan pada sektor ekonomi, investasi, serta penguatan kerja sama maritim yang dinilai memiliki nilai strategis tinggi bagi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.
Selain itu, kedua pemimpin juga akan membahas dinamika geopolitik global, stabilitas kawasan Indo-Pasifik, serta peran kedua negara dalam mendorong perdamaian dan kerja sama internasional.
Kunjungan Kehormatan ke Raja Charles III
Dalam rangkaian kunjungan kerja ini, Presiden Prabowo juga dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan kepada Raja Charles III di St. James’s Palace, London.
Pertemuan tersebut memiliki makna simbolik yang kuat, mencerminkan hubungan persahabatan panjang antara Indonesia dan Inggris. Kunjungan ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat serta kerja sama lintas budaya.
Kerja Sama Maritim Bernilai Strategis
Salah satu agenda penting dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo adalah peluncuran rencana kerja sama maritim antara Indonesia dan Inggris. Kerja sama ini sebelumnya telah disepakati dalam pertemuan virtual kedua pemimpin pada November 2025.
Nilai kerja sama tersebut diperkirakan mencapai 4 miliar pound sterling atau setara sekitar Rp92 triliun. Program ini juga diproyeksikan mampu membuka sekitar 1.000 lapangan kerja, baik di Indonesia maupun Inggris.
Kerja sama maritim tersebut mencakup berbagai aspek strategis, di antaranya:
- Pengembangan kapasitas maritim TNI Angkatan Laut
- Pembangunan lebih dari 1.000 armada kapal nelayan oleh perusahaan pertahanan Inggris
- Investasi besar di sektor galangan kapal nasional
Pemerintah menilai kerja sama ini akan memberikan dampak langsung bagi revitalisasi sektor kelautan dan perikanan, khususnya bagi komunitas nelayan tradisional di berbagai wilayah Indonesia.
Dukungan bagi Ketahanan Pangan dan Ekonomi Pesisir
Pembangunan armada kapal nelayan skala besar diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sektor perikanan nasional. Dengan armada yang lebih modern dan aman, nelayan Indonesia dapat menjangkau wilayah tangkap yang lebih luas dan efisien.
Langkah ini dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dari sektor laut yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Selain itu, investasi di galangan kapal diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri maritim dalam negeri, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan alih teknologi.
Penjajakan Kerja Sama Pendidikan Tinggi
Tak hanya fokus pada sektor ekonomi dan maritim, Presiden Prabowo juga membawa misi penting di bidang pendidikan tinggi. Dalam kunjungan ini, Presiden dijadwalkan menghadiri diskusi round table di King’s College London bersama sejumlah universitas ternama Inggris.
Diskusi tersebut melibatkan kampus-kampus unggulan yang tergabung dalam Russell Group, antara lain University of Oxford, University of Edinburgh, University of Glasgow, dan University of Liverpool.
Pemerintah Indonesia mendorong universitas-universitas tersebut untuk membangun kampus cabang di Indonesia, khususnya di bidang teknologi, riset sains, dan ilmu kedokteran.
Dorong Peningkatan Kualitas SDM
Kerja sama pendidikan tinggi ini sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Presiden Prabowo menilai peningkatan kualitas pendidikan dan riset menjadi kunci utama daya saing bangsa di masa depan. Kehadiran kampus internasional di dalam negeri diharapkan dapat memperluas akses pendidikan berkualitas tanpa harus seluruh mahasiswa belajar ke luar negeri.
Selain itu, kolaborasi riset internasional dinilai penting untuk mendorong inovasi, pengembangan teknologi, dan percepatan transformasi ekonomi nasional.
Delegasi Menteri yang Mendampingi
Dalam kunjungan kerja ini, Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri strategis, antara lain:
- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni
- Menteri Luar Negeri Sugiono
- Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto
Kehadiran para menteri tersebut menegaskan bahwa kunjungan ini bersifat komprehensif dan mencakup lintas sektor.
Diplomasi Aktif Indonesia di Eropa
Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris menjadi bagian dari diplomasi aktif Indonesia di kawasan Eropa. Pemerintah berupaya memperluas jaringan kerja sama internasional, menarik investasi, serta memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
Langkah ini sekaligus menunjukkan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang pragmatis, berorientasi pada kepentingan nasional, dan berfokus pada hasil konkret bagi rakyat.
Dengan penguatan kerja sama ekonomi, maritim, dan pendidikan, pemerintah berharap manfaat kunjungan ini dapat dirasakan langsung dalam jangka panjang.
Kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Inggris menjadi momentum penting dalam memperdalam kemitraan strategis dua negara. Melalui kerja sama bernilai besar dan berorientasi masa depan, Indonesia berupaya mempercepat pembangunan nasional serta memperkuat fondasi menuju Indonesia maju dan berdaya saing global.
Baca Juga : Petani Sawit Minta MA Batalkan PP Nomor 45 Tahun 2024
Cek Juga Artikel Dari Platform : cctvjalanan

