Hari Gizi Nasional, Dinkes Tangerang Dorong Pangan Lokal Seimbang
beritagram.web.id Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kesehatan terus mendorong pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi masyarakat. Salah satu langkah nyata dilakukan dengan menggelar Seminar Gizi dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional.
Kegiatan ini mengangkat tema besar “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”. Tema tersebut dipilih karena pangan lokal dinilai sebagai solusi yang dekat, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Pesan utama dari kegiatan ini adalah bahwa hidup sehat tidak selalu harus mahal. Banyak sumber gizi yang sebenarnya tersedia di sekitar lingkungan, mulai dari sayur, buah, ikan, hingga pangan tradisional yang kaya nutrisi.
Melalui seminar ini, pemerintah daerah ingin memperkuat kesadaran masyarakat bahwa pola makan seimbang bisa dimulai dari rumah dengan memanfaatkan potensi pangan lokal.
Seminar Gizi Jadi Momentum Edukasi Kesehatan
Seminar gizi ini menjadi momentum penting untuk memperluas edukasi tentang pola hidup sehat. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menilai bahwa masalah gizi masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah, termasuk isu stunting dan kekurangan nutrisi pada anak.
Dengan adanya seminar, masyarakat dan para pemangku kepentingan bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya asupan makanan bergizi sejak dini.
Edukasi gizi bukan hanya soal makan banyak, tetapi soal makan dengan komposisi yang tepat. Tubuh membutuhkan keseimbangan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.
Pangan lokal memiliki peran besar karena bisa memenuhi kebutuhan tersebut tanpa harus bergantung pada makanan instan atau produk mahal.
Wakil Bupati Tekankan Hidup Sehat Tidak Harus Mahal
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tangerang, Intan. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kunci kesehatan keluarga tidak selalu datang dari makanan mahal atau produk impor.
Menurutnya, masyarakat bisa memulai langkah sehat dengan mengoptimalkan kekayaan pangan lokal yang tersedia di sekitar.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih mengenal bahan pangan lokal seperti umbi-umbian, sayuran hijau, ikan air tawar, hingga buah-buahan yang tumbuh di lingkungan sendiri.
Dengan pola konsumsi yang tepat, pangan lokal bisa menjadi fondasi kuat dalam membangun keluarga sehat dan mencegah berbagai masalah gizi.
Kolaborasi Banyak Sektor untuk Atasi Masalah Gizi
Seminar ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, menunjukkan bahwa isu gizi tidak bisa ditangani hanya oleh sektor kesehatan saja.
Beberapa unsur yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain:
- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten
- Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang
- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang
- Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang
- Tim Pembina UKS/M Kabupaten Tangerang
- Perwakilan Forum Paskibra
Kehadiran banyak sektor ini mencerminkan komitmen kolaboratif untuk membangun masyarakat sehat secara menyeluruh.
Masalah gizi bukan hanya persoalan makanan, tetapi juga terkait pendidikan, pola asuh keluarga, lingkungan sekolah, hingga kebiasaan hidup sehari-hari.
Ahli Gizi Puskesmas Jadi Garda Terdepan Edukasi
Peserta seminar ini mencakup lini terdepan pelayanan kesehatan, khususnya para ahli gizi dari seluruh puskesmas di Kabupaten Tangerang.
Peran ahli gizi sangat penting karena mereka menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.
Ahli gizi tidak hanya membantu dalam program penanganan stunting, tetapi juga membimbing keluarga dalam menyusun pola makan sehat.
Melalui seminar ini, para ahli gizi diharapkan dapat menyelaraskan strategi edukasi dan memperkuat pendekatan berbasis pangan lokal.
Sekolah dan Generasi Muda Ikut Dilibatkan
Selain tenaga kesehatan, keterlibatan guru dan siswa perwakilan sekolah juga menjadi poin penting dalam seminar ini.
Pendidikan gizi harus dimulai sejak dini, terutama di lingkungan sekolah. Anak-anak perlu dibiasakan mengenal makanan sehat, memahami pentingnya sarapan, serta mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan lemak berlebih.
Peran UKS di sekolah juga sangat strategis. UKS dapat menjadi ruang edukasi pola hidup sehat dan pencegahan masalah gizi.
Dengan melibatkan sekolah, pesan tentang gizi seimbang dapat sampai kepada generasi muda dan membentuk kebiasaan baik sejak awal.
Pangan Lokal sebagai Strategi Menekan Stunting
Tema “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” juga berkaitan erat dengan upaya menekan angka stunting.
Stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang, terutama pada masa pertumbuhan anak.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap bahwa pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi strategi berkelanjutan untuk mencegah stunting dan masalah gizi lainnya.
Pangan lokal seperti ikan, telur, kacang-kacangan, dan sayur dapat menjadi sumber protein dan mikronutrien yang sangat dibutuhkan anak.
Dengan pola konsumsi yang tepat, keluarga dapat memenuhi kebutuhan gizi tanpa harus bergantung pada makanan mahal.
Komitmen Bersama dalam Gerakan Hidup Sehat
Acara seminar ditutup dengan sesi diskusi bersama para ahli gizi. Diskusi ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan solusi dalam kampanye gizi seimbang.
Seluruh sektor yang hadir juga menyatakan komitmen untuk terus mengampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
GERMAS menekankan pentingnya kebiasaan sehat seperti:
- Konsumsi makanan bergizi
- Aktivitas fisik rutin
- Pemeriksaan kesehatan berkala
- Pola hidup bersih dan sehat
Dengan dukungan lintas sektor, kampanye gizi seimbang diharapkan dapat berjalan lebih kuat dan berdampak luas.
Penutup: Gizi Seimbang Bisa Dimulai dari Sekitar Kita
Peringatan Hari Gizi Nasional melalui Seminar Gizi di Kabupaten Tangerang menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat.
Pesan utamanya jelas, gizi seimbang tidak harus mahal. Pangan lokal yang tersedia di sekitar dapat menjadi sumber nutrisi yang kaya dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, dan keluarga, upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dapat terus diperkuat.
Pangan lokal bukan sekadar pilihan, tetapi solusi nyata untuk masa depan generasi yang lebih sehat.

Cek Juga Artikel Dari Platform indosiar.site
