Temui Erdogan, RI–Turki Dorong Lompatan Kerja Sama Ekonomi
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul pada Sabtu, 10 Januari 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat hubungan bilateral, khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Turki.
Kunjungan ini dilakukan sehari setelah penyelenggaraan Dialog 2+2 Indonesia–Turki di Ankara, yang mempertemukan para menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara. Dalam pertemuan dengan Presiden Erdogan, Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong lompatan kerja sama ekonomi yang lebih besar dan saling menguntungkan.
Dorongan Peningkatan Hubungan Ekonomi
Usai pertemuan, Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia memandang perlu adanya terobosan nyata untuk meningkatkan nilai dan kualitas hubungan ekonomi bilateral. Menurutnya, potensi kedua negara masih sangat besar dan belum sepenuhnya tergarap secara optimal.
“Dalam hubungan bilateral, kami memandang perlu adanya satu upaya meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih besar dan lebih tinggi lagi,” ujar Sugiono. Ia menilai, baik Indonesia maupun Turki memiliki kekuatan ekonomi yang saling melengkapi, mulai dari basis industri, pasar domestik yang besar, hingga posisi strategis di kawasan masing-masing.
Indonesia melihat Turki sebagai mitra penting di kawasan Eurasia dan Eropa Timur, sementara Turki memandang Indonesia sebagai pintu masuk strategis ke pasar Asia Tenggara dan Indo-Pasifik.
Perdagangan Preferensial Jadi Kunci
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah permohonan dukungan Presiden Erdogan terhadap pengesahan dan implementasi kesepakatan perdagangan preferensial terbatas antara Indonesia dan Turki. Perjanjian ini diharapkan mampu memangkas hambatan tarif dan non-tarif pada sejumlah produk unggulan kedua negara.
Sugiono menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut akan membuka peluang besar bagi peningkatan arus perdagangan dan investasi. Produk-produk Indonesia seperti tekstil, alas kaki, produk pertanian, serta makanan dan minuman halal dinilai memiliki peluang besar di pasar Turki. Sebaliknya, Indonesia juga membuka ruang lebih luas bagi produk industri dan teknologi asal Turki.
“Perjanjian ini akan membuka berbagai kesempatan bagi kedua negara untuk meningkatkan potensi yang dimiliki satu sama lain dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Sugiono.
Fokus pada Industri Halal dan Pertanian
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas penguatan kerja sama di sektor-sektor strategis. Industri halal menjadi salah satu fokus utama, mengingat Indonesia dan Turki sama-sama memiliki populasi Muslim besar serta ambisi menjadi pemain utama dalam rantai pasok halal global.
Selain itu, sektor pertanian dan industri pengolahan pangan turut menjadi topik pembahasan. Indonesia melihat peluang kolaborasi dalam pengembangan teknologi pertanian, pengolahan hasil bumi, serta peningkatan ketahanan pangan melalui pertukaran pengetahuan dan investasi bersama.
Kerja sama industri juga mencakup manufaktur, energi, dan pengembangan teknologi, sejalan dengan agenda hilirisasi dan industrialisasi yang tengah didorong pemerintah Indonesia.
Salam Presiden Prabowo dan Penguatan Hubungan Politik
Dalam kunjungan kehormatan tersebut, Sugiono menyampaikan salam hangat dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada Presiden Erdogan. Pesan tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mempererat hubungan bilateral yang telah terjalin lama.
Sugiono juga menyampaikan harapan agar Turki mendukung upaya Indonesia dalam memperluas kemitraan strategis, baik di tingkat bilateral maupun multilateral. Hubungan politik yang solid dinilai menjadi fondasi penting bagi penguatan kerja sama ekonomi dan keamanan.
Isu Gaza dan Diplomasi Kemanusiaan
Selain isu bilateral, pertemuan tersebut turut membahas perkembangan situasi di Gaza. Sugiono menyampaikan pandangan Indonesia terkait pentingnya peran komunitas internasional dalam menjaga perdamaian dan melindungi warga sipil di wilayah konflik.
Ia juga menyinggung partisipasi dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) sebagai salah satu opsi untuk menjaga stabilitas dan mencegah eskalasi lebih lanjut. Turki, yang selama ini aktif menyuarakan isu Palestina di forum internasional, dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong solusi damai.
Pembahasan ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia–Turki tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup kerja sama politik dan kemanusiaan di tingkat global.
Peran Dialog 2+2 Indonesia–Turki
Kunjungan ke Istanbul dilakukan setelah Dialog 2+2 Indonesia–Turki di Ankara, yang mempertemukan Menlu dan Menhan kedua negara. Dalam forum tersebut, dibahas berbagai isu strategis, mulai dari keamanan regional, pertahanan, perdagangan, pembangunan, hingga energi.
Dialog 2+2 ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan intensitas komunikasi strategis antara Indonesia dan Turki. Model dialog semacam ini memungkinkan koordinasi lintas sektor yang lebih efektif, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Turki sebagai Mitra Strategis Indonesia
Turki memiliki posisi unik sebagai negara yang menjembatani Eropa dan Asia, serta memiliki pengaruh politik dan ekonomi yang signifikan di kawasan Timur Tengah. Bagi Indonesia, memperkuat hubungan dengan Turki berarti memperluas jejaring kemitraan strategis di luar kawasan Asia Tenggara.
Sebaliknya, Indonesia menawarkan pasar besar, stabilitas politik, dan peran penting di ASEAN serta dunia Islam. Sinergi ini dinilai mampu menciptakan hubungan saling menguntungkan yang berkelanjutan.
Harapan ke Depan
Pertemuan antara Menlu Sugiono dan Presiden Erdogan diharapkan menjadi katalis bagi percepatan realisasi berbagai kesepakatan konkret. Pemerintah Indonesia berharap dukungan Turki dapat mempercepat implementasi perjanjian perdagangan preferensial serta mendorong masuknya investasi strategis.
Dengan fondasi politik yang kuat, visi ekonomi yang sejalan, serta kesamaan pandangan dalam isu-isu global, hubungan Indonesia–Turki diyakini memiliki prospek cerah ke depan. Kunjungan ini menegaskan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia terus bergerak aktif untuk membuka peluang baru, memperluas pasar, dan memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.
Baca Juga : Banjir Bandang Terjang Pati, Jembatan Antardesa Putus Total
Cek Juga Artikel Dari Platform : pontianaknews

