Viral Siswa SMP Ketiduran Saat Puasa, Guru Jadi Sorotan
beritagram – Sebuah video yang memperlihatkan seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) tertidur di dalam kelas saat menjalani puasa Ramadan viral di media sosial dan memicu beragam reaksi warganet. Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, siswa terlihat tertunduk di bangkunya saat proses belajar mengajar berlangsung, sementara suara perekam terdengar menyoroti kondisi tersebut. Peristiwa itu pun memantik perdebatan, mulai dari empati terhadap kondisi siswa yang berpuasa hingga kritik terhadap peran guru di kelas.
Video Viral Picu Pro dan Kontra
Video yang beredar luas di berbagai platform media sosial itu menampilkan suasana kelas yang relatif tenang. Seorang siswa tampak tertidur dengan kepala bersandar di meja. Narasi dalam unggahan tersebut menyebutkan bahwa siswa kelelahan karena menjalankan ibadah puasa.
Sebagian warganet menyayangkan adanya perekaman dan penyebaran video tanpa mempertimbangkan privasi siswa. Mereka menilai kondisi mengantuk saat puasa merupakan hal yang wajar, terlebih jika siswa harus bangun lebih awal untuk sahur. Namun, ada pula yang mempertanyakan pengawasan guru di kelas serta efektivitas kegiatan belajar selama Ramadan.
Perdebatan ini berkembang cepat, dengan berbagai komentar yang menilai situasi dari sudut pandang berbeda. Isu disiplin, empati, hingga manajemen kelas menjadi bahan pembahasan publik.
Guru Beri Klarifikasi
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak sekolah akhirnya memberikan klarifikasi. Guru yang bersangkutan menjelaskan bahwa saat kejadian, siswa memang terlihat lelah dan sudah beberapa kali ditegur secara halus agar tetap fokus mengikuti pelajaran.
Menurut keterangan sekolah, siswa tersebut tidak dalam kondisi sakit, namun mengaku kurang istirahat karena mengikuti kegiatan keagamaan pada malam hari. Guru juga menyebut telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencuci muka dan beristirahat sejenak sebelum kembali mengikuti pelajaran.
Pihak sekolah menegaskan bahwa potongan video yang beredar tidak sepenuhnya menggambarkan situasi di kelas. Proses belajar tetap berjalan, dan guru telah berupaya menangani kondisi siswa secara persuasif tanpa memberikan hukuman.
Tantangan Belajar Saat Ramadan
Fenomena siswa mengantuk saat puasa bukan hal baru. Selama Ramadan, pola tidur anak-anak kerap berubah. Waktu istirahat malam berkurang karena sahur atau kegiatan ibadah tambahan, sementara aktivitas belajar tetap berlangsung meski jam pelajaran biasanya disesuaikan.
Sejumlah pendidik menilai pentingnya penyesuaian metode pembelajaran selama bulan puasa. Materi yang terlalu padat dan metode ceramah panjang dinilai dapat membuat siswa semakin sulit berkonsentrasi. Sebaliknya, pendekatan interaktif dan durasi pembelajaran yang lebih fleksibel dianggap mampu membantu siswa tetap terlibat.
Selain itu, peran orang tua juga menjadi sorotan. Pengaturan waktu tidur dan aktivitas anak di rumah sangat memengaruhi kesiapan mereka mengikuti pelajaran di sekolah.
Etika Merekam dan Menyebarkan di Sekolah
Kasus ini juga kembali mengingatkan pentingnya etika dalam merekam dan menyebarkan konten di lingkungan pendidikan. Anak di bawah umur memiliki hak atas privasi dan perlindungan dari eksposur yang dapat berdampak pada kondisi psikologisnya.
Pakar pendidikan menilai bahwa penyebaran video tanpa izin dapat memperburuk situasi dan memicu perundungan daring. Alih-alih menjadi bahan evaluasi internal, kejadian di kelas justru berubah menjadi konsumsi publik yang tak jarang diiringi komentar negatif.
Sekolah pun mengimbau seluruh warga sekolah untuk lebih bijak menggunakan media sosial serta mengedepankan penyelesaian masalah secara internal.
Penutup
Viralnya video siswa SMP yang ketiduran saat puasa menjadi refleksi bersama tentang pentingnya empati, komunikasi, dan etika digital di lingkungan pendidikan. Ramadan seharusnya menjadi momentum memperkuat nilai kepedulian, baik dari guru, orang tua, maupun masyarakat, agar proses belajar tetap berjalan dengan suasana yang mendukung dan penuh pengertian.

